RENCANA TINDAK
PENATAAN VARIETAS DI PG SOEDHONO
TAHUN 2009 – 2013
Pengantar
Upaya peningkatan produksi gula dicanangkan untuk mencapai swasembada gula paling mudah dan murah dilakukan dengan penanaman jenis ungul. Agar jenis unggul tersebut memberikan hasil yang maksimal maka penanamanya pun memperhatikan kondisi tipologi wilayah. Beberapa langkah telah dilakukan dalam program aselerasi peningkatan produksi gula diantaranya program bongkar ratoon dan rawat ratoon.
Menyadari pentingnya penggunaan varietas unggul tebu yang tepat dalam produksi gula maka pada tahun 2009 ini ditetapkan program penataan varietas untuk mendukung aselerasi produksi gula nasional. Pengaturan penataan varietas ini telah dirumuskan dalam pedoman umum penataan varietas yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Perkebunan.
Program penataan varietas ini menyangkut 3 hal yaitu (i) kesesuaian antara varietas, tipologi wilayah dan tipe kemasakan (ii) Penyediaan bibit bermutu melalui kebun bibit berjenjang (iii) penyediaan varietas baru untuk mendukung dinamisasi penggunaan varietas.
Berikut ini adalah rencana tindak 2009-2013 program penataan varietas di PG Soedhono berdasarkan data hablur dan luas per varietas per katagori tanaman menurut beberapa tipologi wilayah 2 tahun terakhir TS dan TR. Oleh karena kendala di lapang sering tidak dapat diramalkan, maka rencana ini sewaktu-waktu akan disesuaikan sehingga diharapkan penataan varietas memberikan hasil yang optimal.
A. Kesesuaian antara varietas, tipologi wilayah dan tipe kemasakan
1. Data dasar
a. Luas
Komposisi luas di tiap tipologi wilayah yang terperinci varietas dan katagori tanaman adalah sebagai berikut:
Lokasi Varietas Kema-sakan Luas
PC R1 R2 Total
BPL PS CO 902 A 1,178 0,000 0,000 1,178
BPL PS 921 T 0,000 0,653 6,591 7,244
BPL PS 862 AT 5,788 16,720 0,000 22,508
BPL BZ 207 A 0,000 0,000 21,915 21,915
BPL ROC 11 AT 0,000 0,000 2,086 2,086
BPL PS 851 T 48,502 109,658 128,896 287,056
BPL PS 864 TL 368,745 255,289 535,392 1.159,426
BPL BL TL 199,046 179,341 195,011 573,398
BPJ BW 1064 T 0,000 0,000 4,351 4,351
BPJ PS 921 T 0,000 0,000 2,663 2,663
BPJ BZ 207 A 0,000 0,000 6,200 6,200
BPJ PS 862 AT 1,051 8,475 0,000 9,526
BPJ PS 851 T 2,860 26,865 30,865 60,590
BPJ PS 864 TL 43,078 69,966 71,803 184,847
BPJ BL TL 23,590 22,704 39,522 85,816
BHL PS 851 T 5,891 0,000 15,486 21,377
BHL PS 864 TL 67,475 32,828 52,912 153,215
BHL BL TL 3,500 0,000 7,000 10,500
RPL PS 862 AT 33,947 1,704 47,814 83,465
RPL BZ 207 A 0,000 0,000 7,147 7,147
RPL BZ 132 A 0,000 0,000 27,118 27,118
RPL PS 851 T 10,914 26,311 61,416 98,641
RPL PS 864 TL 117,142 70,786 154,524 342,452
RPL PS 951 TL 1,454 0,000 0,000 1,454
RPL BL TL 68,905 52,777 37,871 159,553
Lokasi Varietas Kema-sakan Luas
PC R1 R2 Total
RPJ BL TL 0,000 2,116 0,000 2,116
RHL PS 862 AT 93,250 27,894 21,911 143,055
RHL BZ 207 A 0,000 0,000 5,198 5,198
RHL BZ 132 A 0,000 0,000 43,264 43,264
RHL PS 851 T 7,000 93,854 166,078 266,932
RHL PS 864 TL 104,976 213,023 229,984 547,983
RHL BL TL 44,431 57,072 49,850 151,353
TOTAL 1.251,545 1.270,386 1.974,046 4.495,977
b. Produktivitas Hablur
Produktivitas hablur rata-rata tiga tahun terakhir di tiap tipologi wilayah yang dikaitkan dengan varietas dan katagori tanaman adalah sebagai berikut:
Lokasi Varietas Kema-sakan Hablur
PC R1 R2 Total
BPL PS CO 902 A 2,47 0,00 0,00 2,47
BPL PS 921 T 0,00 5,11 4,89 4,91
BPL PS 862 AT 5,04 4,57 0,00 4,69
BPL BZ 207 A 0,00 0,00 3,85 3,85
BPL ROC 11 AT 0,00 0,00 4,46 4,46
BPL PS 851 T 5,76 4,30 3,93 4,38
BPL PS 864 TL 6,07 4,61 3,92 4,76
BPL BL TL 6,62 4,48 4,30 5,16
BPJ BW 1064 T 0,00 0,00 4,93 4,93
BPJ PS 921 T 0,00 0,00 4,55 4,55
BPJ BZ 207 A 0,00 0,00 4,41 4,41
BPJ PS 862 AT 5,50 3,56 0,00 3,77
BPJ PS 851 T 6,20 4,28 3,57 4,01
BPJ PS 864 TL 5,78 4,31 3,89 4,49
BPJ BL TL 5,87 4,23 4,00 4,57
BHL PS 862 AT 0,00 5,10 0,00 5,10
BHL PS 851 T 3,27 0,00 4,03 3,82
BHL PS 864 TL 5,98 5,10 4,20 5,18
BHL BL TL 4,48 0,00 5,45 5,13
RPL BZ 207 A 0,00 0,00 3,94 3,94
RPL BZ 132 A 0,00 0,00 3,51 3,51
RPL PS 851 T 7,18 4,32 4,12 4,51
RPL PS 864 TL 6,38 4,73 3,61 4,79
RPL PS 951 TL 4,28 0,00 0,00 4,28
RPL BL TL 5,47 4,55 4,88 5,03
RPJ BL TL 0,00 3,77 0,00 3,77
RHL PS 862 AT 4,02 3,75 5,71 4,23
RHL BZ 207 A 0,00 0,00 4,52 4,52
RHL BZ 132 A 0,00 0,00 3,41 3,41
RHL PS 851 T 3,37 3,65 3,80 3,74
RHL PS 864 TL 6,79 4,37 3,99 4,67
RHL BL TL 5,61 4,08 3,71 4,41
TOTAL
5,93 4,38 4,02 4,65
2. Kondisi saat ini:
a. Komposisi luas (ha) menurut tipologi dan tipe kemasakan varietas yang digunakan
tipo A AT T TL Total
BPL 23 25 294 1.733 2.075
BPJ 6 10 68 271 354
BHL - 2 21 164 187
BHJ - - - - -
RPL 34 83 99 506 722
RPJ - - - - -
RHL 48 143 267 699 1.158
total 112 263 749 3.372 4.496
b. Komposisi luas (%) menurut tipologi dan tipe kemasakan varietas yang digunakan
Tipo A AT T TL Total
BPL 0,5 0,5 6,5 38,5 46,1
BPJ 0,1 0,2 1,5 6,0 7,9
BHL - 0,1 0,5 3,6 4,2
BHJ - - - - -
RPL 0,8 1,9 2,2 11,2 16,1
RPJ - - - - -
RHL 1,1 3,2 5,9 15,6 25,8
total 2,5 5,8 16,7 75,0 100,0
3. Komposisi yang diharapkan:
Dengan mempertimbangkan
• Untuk lahan berpengairan dengan pola tanam I, proporsi kemasakan ideal A:AT:T:TL= 11.5 : 23.1 : 34.6 : 30.8
• Pada lahan tadah hujan dan pola tanam II sebaiknya proporsi kemasakan T:TL= 35 : 65
• Asumsi perbandingan produksi lahan berpengairan : lahan tegalan = 100: 70
• A dan AT hanya ditanam pada BPL dan RPL
Maka komposisi harapan bagi PG Soedhono adalah
a. Menurut persentase luas
Tipo A AT T TL Total
BPL 8,57 17,13 10,83 9,62 46,1
BPJ 5,05 2,82 7,9
BHL 2,08 2,08 4,2
BHJ - - -
RPL 2,98 5,96 3,77 3,35 16,1
RPJ -
RHL 12,88 12,88 25,8
total 11,55 23,10 34,60 30,75 100,0
harapan 11,55 23,10 34,60 30,75 100,0
b. Menurut luas (ha)
Tipologi
Wilayah Luas (%)
A AT T TL Total
BPL 385.3 770.2 486.9 432.5 2074.9
BPJ 0 0 227.0 126.8 353.8
BHL 0 0 93.5 93.5 187.0
BHJ 0 0 0 0 0
RPL 134.0 268.0 169.5 150.6 722.1
RPJ 0 0 0 0 0
RHL 0 0 579.1 579.1 1158.2
Total 519.3 1038.1 1556.1 1382.5 4496.0
4. Penetapan varietas utama:
Dengan mempertimbangkan
a. Data produktivitas rata-rata varietas 3 tahun terakhir
b. Tabel kecocokan varietas dengan tipologi :
Tipologi Pola Tanam Varietas
A AT T TL
BPL 1 BZ 207
PSCO 902 PS 862
ROC 11 PS 851
PS 921 PS 864
BL
BPJ 1 BZ 207 PS 862 PS 921
BW 1064
PS 851 PS 864
BL
BHL 2 - PS 862 PS 851 PS 864
BL
BHJ 2 - - - -
RPL 1 BZ 132
BZ 207 PS 862 PS 851 BL
RPJ 1 - - - BL
RHL 2 BZ 132
BZ 207 - PS 851 PS 864
BL
RHJ
c. Yang dipilih sebagai varietas utama adalah varietas yang mempunyai produktivitas terbaik yang sesuai dengan rekomendasi menurut tipologi wilayah dan tipe kemasakan. Bila tidak ada, dipilih varietas yang secara aktual berproduksi terbaik.
d. Varietas utama ini akan ditanam 2 tahun berturut-turut dan pada tahun ke tiga akan dicarikan varietas pengganti.
Maka varietas utama untuk PG Soedhono untuk 2 tahun mendatang ditetapkan sebagai berikut:
Tipologi
Wilayah Tipe Kemasakan
A AT T TL
BPL PS CO 902)* PS 862 PS 864 BL
BPJ
BHL PS 864 BL*)
BHJ
RPL PS CO 902)* PS 862 PS 864 BL
RPJ
RHL PS 864 BL
Catatan : *) bukan merupakan varietas rekomendasi namun terbaik secara aktual dilapangan untuk wilayah dan tipe kemasakannya
B. Rencana aksi penataan varietas
1. Pada Tipologi BPL
a. Proporsi harapan adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
BPL A 128.4 128.4 128.4 385.2
AT 256.8 256.8 256.8 770.4
T 162.2 162.2 162.2 486.7
TL 144.2 144.2 144.2 432.5
Total 691.6 691.6 691.6 2074.8
b. Proporsi luas (ha) pada tahun ini (2009) tanpa memperhatikan varietas adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
BPL A 1,2 - 21,9 23,1
AT 5,8 16,7 2,1 24,6
T 48,5 110,3 135,5 294,3
TL 567,8 434,6 730,4 1.732,8
Total 623.3 561.7 889.9 2074.8
c. Proporsi luas (ha) pada tahun 2009 dengan memperhatikan varietas utama adalah sebagai berikut :
Tipe Kemasakan Varietas 2009
PC R1 R2+ Total
A BZ 207 - - 21.92 21.92
A x *) - - - -
Lainnya 1.18 - - 1.18
Total 1.18 - 21.92 23.09
AT PS 862 5.79 16.72 - 22.51
AT x *) - - - -
Lainnya - - 2.09 2.09
Total 5.79 16.72 2.09 24.59
T PS 921 - 0.65 6.59 7.24
T x *) - - - -
Lainnya 48.50 109.66 128.90 287.06
Total 48.50 110.31 135.49 294.30
TL BL 199.05 179.34 195.01 573.40
TL x*) - - - -
Lainnya 368.75 255.29 535.39 1159.43
Total 567.79 434.63 730.40 1732.82
Catatan : *) A x, AT x dan T x adalah varietas yang akan dikembangkan 2 tahun mendatang namun belum diketahui dan harus disiapkan pada saat ini.
d. Proporsi pada tahun berikutnya (2010) direncanakan berubah menjadi:
Tipe Kemasakan Varietas 2010
PC R1 R2+ Total
A BZ 207 128,40 - - 128,40
A x *) - - -
Lainnya - 1,18 21,92 23,09
Total 128,40 1,18 21,92 151,49
AT PS 862 256,79 5,79 16,72 279,30
AT x *) - - -
Lainnya - - - -
Total 256,79 5,79 16,72 279,30
T PS 921 162,23 - 0,65 162,88
T x *) - - -
Lainnya - 48,50 109,66 158,16
Total 162,23 48,50 110,31 321,04
TL BL 144,18 199,05 179,34 522,57
TL x*) -
Lainnya - 368,75 431,66 800,41
Total 144,18 567,79 611,00 1.322,98
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2010 akan ditanam PC seluas 691.60 ha pada BPL:
o Masak awal : BZ 207 seluas 128.40 ha
o Masak awal tengah : PS 862 seluas 256.79 ha
o Masak tengah : PS 921 seluas 162.23 ha
o Masak tengah lambat : BL seluas 144.18 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 691.6 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah :
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
A BZ 207 - - -
Lainnya 2.86 2.86 5.72
AT PS 862 2.18 2.18 4.36
Lainnya - - -
T PS 921 - 0.17 0.17
Lainnya 14.31 14.31 28.62
TL BL 23.4 23.4 46.80
lainnya 56.32 56.32 112.64
e. Proporsi pada tahun berikutnya (2011) adalah
Tipe Kemasakan Varietas 2011
PC R1 R2+ Total
A BZ 207 128,40 128,40 - 256,79
A x - - -
Lainnya - - 1,18 1,18
Total 128,40 128,40 1,18 257,97
AT PS 862 256,79 256,79 5,79 519,37
AT x - - -
Lainnya - - - -
Total 256,79 256,79 5,79 519,37
T PS 921 162,23 162,23 - 324,46
T x - - -
Lainnya - - 48,50 48,50
Total 162,23 162,23 48,50 372,96
TL BL 144,18 144,18 199,05 487,41
TL x - -
Lainnya - - 437,09 437,09
Total 144,18 144,18 636,14 924,50
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2011 akan ditanam PC seluas 691.60 ha pada BPL:
o Masak awal : BZ 207 seluas 128.40 ha
o Masak awal tengah : PS 862 seluas 256.79 ha
o Masak tengah : PS 921 seluas 162.23 ha
o Masak tengah lambat : BL seluas 144.18 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 691.60 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah :
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
A BZ 207 - - -
Lainnya - 0.12 0.12
AT PS 862 - 0.57 0.57
Lainnya - - -
T PS 921 - - -
Lainnya 2.00 2.79 4.79
TL BL 9.83 9.83 19.66
lainnya 21.59 21.59 43.17
f. Proporsi pada tahun berikutnya (2012) adalah
Tipe Kemasakan Varietas 2012
PC R1 R2+ Total
A BZ 207 128,40 128,40 256,79
A x 128,40 - - 128,40
Lainnya - - - -
Total 128,40 128,40 128,40 385,19
AT PS 862 256,79 256,79 513,59
AT x 256,79 - - 256,79
Lainnya - - - -
Total 256,79 256,79 256,79 770,38
T PS 921 162,23 162,23 324,46
T x 162,23 - - 162,23
Lainnya - - - -
Total 162,23 162,23 162,23 486,69
TL BL 144,18 144,18 288,37
TL x 144,18 - - 144,18
Lainnya - - - -
Total 144,18 144,18 144,18 432,55
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2012 akan ditanam PC seluas 691.6 ha pada BPL:
o Masak awal : A x seluas 128.40 ha
o Masak awal tengah : AT x seluas 256.79 ha
o Masak tengah : T x seluas 162.23 ha
o Masak tengah lambat : TLx seluas 144.18 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 691.6 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 sama dengan kebutuhan PC maka R2 dibongkar seluruhnya
2. Pada tipologi BPJ
a. Proporsi harapan adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
BPJ A - - - -
AT - - - -
T 75,7 75,7 75,7 227,0
TL 42,3 42,3 42,3 127,0
Total 118,0 118,0 118,0 354.0
b. Proporsi luas (ha) pada tahun ini (2009) tanpa memperhatikan varietas adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
BPJ A - - 6,2 6,2
AT 1,1 8,5 - 9,5
T 2,9 26,9 37,9 67,6
TL 66,7 92,7 111,3 270,7
Total 70.6 128.0 155.4 354.0
c. Proporsi luas (ha) pada tahun 2009 dengan memperhatikan varietas utama adalah sebagai berikut :
Masak Varietas 2009
PC R1 R2 Total
A - - - -
A x -
Lainnya - - 6,20 6,20
Total - - 6,20 6,20
-
AT - - - -
AT x -
Lainnya 1,05 8,48 - 9,53
Total 1,05 8,48 - 9,53
-
T PS 921 - - 2,66 2,66
T x -
Lainnya 2,86 26,87 35,22 64,94
Total 2,86 26,87 37,88 67,60
-
TL PS 864 43,08 69,97 71,80 184,85
TL x -
Lainnya 23,59 22,70 39,52 85,82
Total 66,67 92,67 111,33 270,66
Catatan : *) T x adalah varietas yang akan dikembangkan 2 tahun mendatang namun belum diketahui dan harus disiapkan pada saat ini.
d. Proporsi pada tahun berikutnya (2010) direncanakan berubah menjadi:
Masak Varietas 2010
PC R1 R2 Total
A - - - -
A x - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - - -
AT x - - -
Lainnya - 1,05 8,48 9,53
Total - 1,05 8,48 9,53
-
T PS 921 75,68 - - 75,68
T x - - -
Lainnya - 2,86 26,87 29,73
Total 75,68 2,86 26,87 105,41
-
TL PS 864 42,32 43,08 69,97 155,36
TL x -
Lainnya - 23,59 60,11 83,70
Total 42,32 66,67 130,08 239,06
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2010 akan ditanam PC seluas 118.00 ha pada BPJ :
o Masak tengah : PS 921 seluas 75.68 ha
o Masak tengah lambat : PS 864 seluas 42.32 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 118.00 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
A BZ 207 - - -
Lainnya - - -
AT PS 862 - - -
Lainnya 1.00 0.92 1.92
T PS 921 - - -
Lainnya 3.04 3.04 6.08
TL PS 864 7.91 7.91 15.82
lainnya - - 13.59
e. Proporsi pada tahun berikutnya ( 2011 ) adalah
Masak Varietas 2011
PC R1 R2 Total
A - - - -
A x - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - - -
AT x - - -
Lainnya - - 1,05 1,05
Total - - 1,05 1,05
-
T PS 921 75,68 75,68 - 151,36
T x - - -
Lainnya - - 2,86 2,86
Total 75,68 75,68 2,86 154,22
-
TL PS 864 42,32 42,32 43,08 127,71
TL x - -
Lainnya - - 71,01 71,01
Total 42,32 42,32 114,09 198,72
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2010 akan ditanam PC seluas 118.00 ha pada BPJ :
o Masak tengah : PS 921 seluas 75.68 ha
o Masak tengah lambat : PS 864 seluas 42.32 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 118.00 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
A BZ 207 - - -
Lainnya - - -
AT PS 862 - - -
Lainnya - 0.42 0.42
T PS 921 - - -
Lainnya - 1.15 1.15
TL PS 864 8.65 8.65 17.30
lainnya 14.26 14.26 28.52
f. Proporsi pada tahun berikutnya ( 2012 ) adalah
Masak Varietas 2012
PC R1 R2 Total
A - - -
A x - - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - -
AT x - - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
T PS 921 75,68 75,68 151,36
T x 75,68 - - 75,68
Lainnya - - - -
Total 75,68 75,68 75,68 227,04
-
TL PS 864 42,32 42,32 84,64
TL x 42,32 - - 42,32
Lainnya - - - -
Total 42,32 42,32 42,32 126,95
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2012 akan ditanam PC seluas 118.00 ha pada BHL:
o Masak tengah : T x seluas 75.68 ha
o Masak tengah lambat : TL x seluas 42.32 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 118.00 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 sama dengan kebutuhan PC maka R2 dibongkar seluruhnya
3. Pada tipologi BHL
a. Proporsi harapan adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
BHL A - - - -
AT - - - -
T 31,2 31,2 31,2 93,7
TL 31,2 31,2 31,2 93,7
Total 62,5 62,5 62,5
b. Proporsi luas (ha) pada tahun ini (2009) tanpa memperhatikan varietas adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
BHL A - - - -
AT - 2,4 - 2,4
T 5,9 - 15,5 21,4
TL 71,0 32,8 59,9 163,7
Total 76,9 35,2 75,4
Proporsi luas (ha) pada tahun 2009 dengan memperhatikan varietas utama adalah sebagai berikut :
Masak Varietas 2009
PC R1 R2 Total
A - - - -
A x -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - - -
AT x -
Lainnya - 2,35 - 2,35
Total - 2,35 - 2,35
-
T PS 921 - - - -
T x -
Lainnya 5,89 - 15,49 21,38
Total 5,89 - 15,49 21,38
-
TL PS 864 67,48 32,83 52,91 153,22
TL x -
Lainnya 3,50 - 7,00 10,50
Total 70,98 32,83 59,91 163,72
Catatan : *) A x, AT x dan TL x adalah varietas yang akan dikembangkan 2 tahun mendatang namun belum diketahui dan harus disiapkan pada saat ini.
c. Proporsi pada tahun berikutnya (2010) direncanakan berubah menjadi:
Masak Varietas 2010
PC R1 R2 Total
A - - - -
A x - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - - -
AT x - - -
Lainnya - - 2,35 2,35
Total - - 2,35 2,35
-
T PS 921 31,24 - - 31,24
T x - - -
Lainnya - 5,89 12,92 18,81
Total 31,24 5,89 12,92 50,05
-
TL PS 864 31,24 67,48 32,83 131,54
TL x -
Lainnya - 3,50 - 3,50
Total 31,24 70,98 32,83 135,04
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2010 akan ditanam PC seluas 62.50 ha pada RPL:
o Masak tengah : PS 921 seluas 31.24 ha
o Masak tengah lambat : PS 864 seluas 31.24 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 62.50 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
AT PS 862 - - -
Lainnya - 0.63 0.63
T PS 921 - - -
Lainnya 1.73 1.73 3.46
TL PS 864 4.40 4.40 8.80
lainnya - - -
Proporsi pada tahun berikutnya (2011) adalah
Masak Varietas 2011
PC R1 R2 Total
A - - - -
A x - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - - -
AT x - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
T PS 921 31,24 31,24 - 62,48
T x - - -
Lainnya - - 5,89 5,89
Total 31,24 31,24 5,89 68,37
-
TL PS 864 31,24 31,24 56,59 119,07
TL x - -
Lainnya - - - -
Total 31,24 31,24 56,59 119,07
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2011 akan ditanam PC seluas 62.50 ha pada RPL:
o Masak tengah : PS 921 seluas 31.24 ha
o Masak tengah lambat : PS 864 seluas 31.24 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 62.50 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
T PS 921 - - -
Lainnya 0.68 0.68 1.36
TL PS 864 6.52 6.52 13.04
lainnya - - -
Proporsi pada tahun berikutnya (2012) adalah
Masak Varietas 2012
PC R1 R2 Total
A - - -
A x - - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - -
AT x - - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
T PS 921 31,24 31,24 62,48
T x 31,24 - - 31,24
Lainnya - - - -
Total 31,24 31,24 31,24 93,72
-
TL PS 864 31,24 31,24 62,48
TL x 31,24 - - 31,24
Lainnya - - - -
Total 31,24 31,24 31,24 93,72
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2012 akan ditanam PC seluas 62.50 ha pada RPL:
o Masak tengah : Tx seluas 31.24 ha
o Masak tengah lambat : TLx seluas 31.24 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 62.5 ha dan dapat dipenuhi dari pembongkaran seluruh R2
4. Pada tipologi RPL
Proporsi harapan adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
RPL A 44,7 44,7 44,7 134,0
AT 89,4 89,4 89,4 268,1
T 56,4 56,4 56,4 169,3
TL 50,2 50,2 50,2 150,5
Total 240,6 240,6 240,6 721.9
a. Proporsi luas (ha) pada tahun ini (2009) tanpa memperhatikan varietas adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
RPL A - - 34,3 34,3
AT 33,9 1,7 47,8 83,5
T 10,9 26,3 61,4 98,6
TL 187,5 125,7 192,4 505,6
Total 232,4 153,7 335,9 721.9
b. Proporsi luas (ha) pada tahun 2009 dengan memperhatikan varietas utama adalah sebagai berikut :
Masak Varietas 2009
PC R1 R2 Total
A PS 881 - - - -
A x -
Lainnya - - 34,27 34,27
Total - - 34,27 34,27
-
AT PS 862 33,95 1,70 47,81 83,47
AT x -
Lainnya - - - -
Total 33,95 1,70 47,81 83,47
-
T PS 851 10,91 26,31 61,42 98,64
T x -
Lainnya - - - -
Total 10,91 26,31 61,42 98,64
-
TL BL 68,91 54,89 37,87 161,67
TL x -
Lainnya 118,60 70,79 154,52 343,91
Total 187,50 125,68 192,40 505,58
Catatan : *) T x dan TL x adalah varietas yang akan dikembangkan 2 tahun mendatang namun belum diketahui dan harus disiapkan pada saat ini.
c. Proporsi pada tahun berikutnya (2010) dengan memperhatikan direncanakan berubah menjadi:
Masak Varietas 2010
PC R1 R2 Total
A PS 881 44,68 - - 44,68
A x - - -
Lainnya - - 34,27 34,27
Total 44,68 - 34,27 78,94
-
AT PS 862 89,35 33,95 49,52 172,82
AT x - - -
Lainnya - - - -
Total 89,35 33,95 49,52 172,82
-
T PS 851 56,45 10,91 26,31 93,67
T x - - -
Lainnya - - - -
Total 56,45 10,91 26,31 93,67
-
TL BL 50,17 68,91 54,89 173,97
TL x -
Lainnya - 118,60 83,95 202,54
Total 50,17 187,50 138,84 376,51
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2010 akan ditanam PC seluas 240.60 ha pada RPL:
o Masak awal : PS 881 seluas 44.68 ha
o Masak awal tengah : PS 862 seluas 89.40 ha
o Masak tengah : PS 851 seluas 56.45 ha
o Masak tengah lambat : BL seluas 50.17 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 240.60 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
A PS 881
Lainnya 6.55 6.55 13.10
AT PS 862 9.47 9.47 18.94
Lainnya
T PS 851 5.03 5.03 10.06
Lainnya
TL BL 10.50 10.50 21.00
lainnya 16.05 16.05 32.11
Proporsi pada tahun berikutnya (2011) adalah
Masak Varietas 2011
PC R1 R2 Total
A PS 881 44,68 44,68 - 89,35
A x - - -
Lainnya - - 8,29 8,29
Total 44,68 44,68 8,29 97,64
-
AT PS 862 89,35 89,35 33,95 212,65
AT x - - -
Lainnya - - - -
Total 89,35 89,35 33,95 212,65
-
T PS 851 56,45 56,45 10,91 123,81
T x - - -
Lainnya - - - -
Total 56,45 56,45 10,91 123,81
-
TL BL 50,17 50,17 68,91 169,24
TL x - -
Lainnya - - 118,60 118,60
Total 50,17 50,17 187,50 287,84
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2011 akan ditanam PC seluas 240.60 ha pada RPL :
o Masak awal : PS 881 seluas 44.68 ha
o Masak awal tengah : PS 862 seluas 89.40 ha
o Masak tengah : PS 851 seluas 56.45 ha
o Masak tengah lambat : BL seluas 50.17 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 240.60 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah :
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
A PS 881
Lainnya - 0.28 0.28
AT PS 862 - 1.17 1.17
Lainnya
T PS 851 - 0.38 0.38
Lainnya
TL BL 1.19 1.19 2.38
lainnya 2.04 2.05 4.09
Proporsi pada tahun berikutnya (2012) adalah
Masak Varietas 2012
PC R1 R2 Total
A PS 881 44,68 44,68 89,35
A x 44,68 - - 44,68
Lainnya - - - -
Total 44,68 44,68 44,68 134,03
-
AT PS 862 89,35 89,35 178,71
AT x 89,35 - - 89,35
Lainnya - - - -
Total 89,35 89,35 89,35 268,06
-
T PS 851 56,45 56,45 112,90
T x 56,45 - - 56,45
Lainnya - - - -
Total 56,45 56,45 56,45 169,35
-
TL BL 50,17 50,17 100,34
TL x 50,17 - - 50,17
Lainnya - - - -
Total
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2012 akan ditanam PC seluas 240.60 ha pada RHL :
o Masak awal : A x seluas 44.68 ha
o Masak awal tengah : AT x seluas 89.35 ha
o Masak tengah : T x seluas 56.45 ha
o Masak tengah lambat : TLx seluas 50.17 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 240.60 ha yang dapat dipenuhi dengan membongkar R2
5. Pada tipologi RHL
Proporsi harapan adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
RHL A - - - -
AT - - - -
T 193,0 193,0 193,0 578,9
TL 193,0 193,0 193,0 578,9
Total 385,9 385,9 385,9 1157.8
a. Proporsi luas (ha) pada tahun ini (2009) tanpa memperhatikan varietas adalah
Tipologi Kemasakan PC R1 R2+ Total
RHL A - - 48,5 48,5
AT 93,3 27,9 21,9 143,1
T 7,0 93,9 166,1 266,9
TL 149,4 270,1 279,8 699,3
Total 249,7 391,8 516,3 1157.8
Proporsi luas (ha) pada tahun 2009 dengan memperhatikan varietas utama adalah sebagai berikut :
Masak Varietas 2009
PC R1 R2 Total
A - - - -
A x -
Lainnya - - 48,46 48,46
Total - - 48,46 48,46
-
AT - - - -
AT x -
Lainnya 93,25 27,89 21,91 143,06
Total 93,25 27,89 21,91 143,06
-
T PS 921 - - - -
T x -
Lainnya 7,00 93,85 166,08 266,93
Total 7,00 93,85 166,08 266,93
-
TL PS 864 104,98 213,02 229,98 547,98
TL x -
Lainnya 44,43 57,07 49,85 151,35
Total 149,41 270,10 279,83 699,34
Catatan : *) T x dan TL x adalah varietas yang akan dikembangkan 2 tahun mendatang namun belum diketahui dan harus disiapkan pada saat ini.
Proporsi pada tahun berikutnya (2010) dengan memperhatikan direncanakan berubah menjadi:
Masak Varietas 2010
PC R1 R2 Total
A - - - -
A x - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - - -
AT x - - -
Lainnya - 93,25 27,89 121,14
Total - 93,25 27,89 121,14
-
T PS 921 192,96 - - 192,96
T x - - -
Lainnya - 7,00 224,21 231,21
Total 192,96 7,00 224,21 424,17
-
TL PS 864 192,96 104,98 213,02 510,96
TL x -
Lainnya - 44,43 57,07 101,50
Total 192,96 149,41 270,10 612,47
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2010 akan ditanam PC seluas 385.90 ha pada RHL :
o Masak tengah : PS 921 seluas 193.00 ha
o Masak tengah lambat : PS 864 seluas 193.00 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 385.90 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
A PS 881
Lainnya
AT PS 862
Lainnya 3.48 3.48 6.96
T PS 921
Lainnya 27.99 27.99 55.99
TL PS 864 26.59 26.59 53.19
lainnya 7.12 7.13 14.25
Proporsi pada tahun berikutnya (2011) adalah
Masak Varietas 2011
PC R1 R2 Total
A - - - -
A x - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - - -
AT x - - -
Lainnya - - 93,25 93,25
Total - - 93,25 93,25
-
T PS 921 192,96 192,96 - 385,93
T x - - -
Lainnya - - 100,85 100,85
Total 192,96 192,96 100,85 486,78
-
TL PS 864 192,96 192,96 104,98 490,90
TL x - -
Lainnya - - 86,85 86,85
Total 192,96 192,96 191,82 577,75
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2010 akan ditanam PC seluas 385.90 ha pada RHL :
o Masak tengah : PS 921 seluas 193.00 ha
o Masak tengah lambat : PS 864 seluas 193.00 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 385.90 ha terutama pada R2, oleh karena luas R2 melebihi kebutuhan maka sementara sebagian diteruskan menjadi R3 sehingga proporsi R2+ setelah ditambah dengan keprasan R1 adalah
Kemasakan Varietas R1 R3 Total R2+
A PS 881 - - -
Lainnya - - -
AT PS 862 - - -
Lainnya 16.50 16.51 33.01
T PS 921 - - -
Lainnya 17.81 17.81 35.62
TL PS 864 18.54 18.54 37.08
lainnya 15.34 15.34 30.68
Proporsi pada tahun berikutnya (2012) adalah :
Masak Varietas 2012
PC R1 R2 Total
A - - -
A x - - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
AT - - -
AT x - - - -
Lainnya - - - -
Total - - - -
-
T PS 921 192,96 192,96 385,93
T x 192,96 - - 192,96
Lainnya - - - -
Total 192,96 192,96 192,96 578,89
-
TL PS 864 192,96 192,96 385,93
TL x 192,96 - - 192,96
Lainnya - - - -
Total 192,96 192,96 192,96 578,89
Tabel ini dapat dinyatakan sebagai langkah-langkah berikut:
• Pada tahun 2011 akan ditanam PC seluas 385.90 ha pada BHL:
o Masak tengah : T x seluas 192.96 ha
o Masak tengah lambat : TL x seluas 192.96 ha
• Untuk keperluan itu dilakukan bongkar ratoon 385.90 ha yang dapat dipenuhi dengan membongkar R2
Kebun pembibitan
Proporsi PC untuk tahun 2010-2012 yang direncanakan adalah
Tipologi Kemasakan VAR 2010 2011 2012
Wilayah
BPL A BZ 207 128,4 128,4 -
A x - - 128,4
AT PS 862 256,8 256,8 -
AT x - - 256,8
T PS 921 162,2 162,2 -
T x - - 162,2
TL BL 144,2 144,2 -
TL x - - 144,2
Total 691,6 691,6 691.6
BPJ T PS 921 75,7 75,7 -
T x - - 75,7
TL PS 864 42,3 42,3 -
TL x - - 42,3
Total 118.0 118.0 118.0
BHJ T
PS 921 31,2 31,2 -
T x - - 31,2
TL
PS 864 31,2 31,2 -
TL x - - 31,2
Total 62.5 62.5 62.5
RPL A PS 881 44,7 44,7 -
A x - - 44,7
AT PS 862 89,4 89,4 -
AT x - - 89,4
T PS 851 56,4 56,4 -
T x - - 56,4
TL BL 50,2 50,2 -
TL x - - 50,2
Total 240.6 240.6 240.6
RHL T PS 921 193,0 193,0 -
T x - - 193,0
TL PS 864 193,0 193,0 -
TL x - - 193,0
Total 385,9 385,9 385,9
TOTAL AREAL 1498.7 1.498,7 1.498,7
a. Dengan asumsi perbanyakan 1:7, maka kebun pembibitan yang harus disiapkan tahun 2009 adalah
Tipologi Kemasakan VAR 2009
KBP MT KBN MT KBI MT KBD MT
Wilayah 2011 2011 2010 2010
BPL A BZ 207 0,053 0,374 2,620 18,342
A x - - - -
AT PS 862 0,107 0,749 5,241 36,685
AT x - - - -
T PS 921 0,068 0,473 3,311 23,176
T x - - - -
TL BL 0,060 0,420 2,943 20,598
TL x - - - -
Total 0,288 2,016 14,114 98.801
BPJ T PS 921 0,032 0,221 1,544 10,811
T x - - - -
TL PS 864 0,018 0,123 0,864 6,045
TL x - - - -
Total 0,049 0,344 2,408 16.857
BHJ T PS 921 0,013 0,091 0,638 0,013
T x - - - -
TL PS 864 0,013 0,091 0,638 0,013
TL x - - - -
Total 0,026 0,182 1,275 8.926
RPL A PS 881 0,019 0,130 0,912 6,382
A x - - - -
AT PS 862 0,037 0,261 1,824 12,765
AT x - - - -
T PS 851 0,024 0,165 1,152 8,064
T x - - - -
TL BL 0,021 0,146 1,024 7,167
TL x - - - -
Total 0,100 0,702 4,911 34.378
RHL T PS 921 0,080 0,563 3,938 27,566
T x - - - -
TL PS 864 0,080 0,563 3,938 27,566
TL x - - - -
Total 0,161 1,125 7,876 55.133
TOTAL AREAL
b. Dengan asumsi perbanyakan 1:7, maka kebun pembibitan yang harus disiapkan tahun 2010 adalah
Tipologi Kemasakan VAR 2010
KBP MT KBN MT KBI MT KBD MT
Wilayah 2012 2012 2011 2011
BPL A BZ 207 - - 2,620 18,342
A x 0,053 0,374 - -
AT PS 862 - - 5,241 36,685
AT x 0,107 0,749 - -
T PS 921 - - 3,311 23,176
T x 0,068 0,473 - -
TL BL - - 2,943 20,598
TL x 0,060 0,420 - -
Total 0,288 2,016 14,114 98.801
BPJ T PS 921 - - 1,544 10,811
T x 0,032 0,221 - -
TL PS 864 - - 0,864 6,045
TL x 0,018 0,123 - -
Total 0,049 0,344 2,408 16.857
BHJ T PS 921 - - 0,638 4,463
T x 0,013 0,091 - -
TL PS 864 - - 0,638 4,463
TL x 0,013 0,091 - -
Total 0,026 0,182 1,275
RPL A PS 881 - - 0,912 6,382
A x 0,019 0,130 - -
AT PS 862 - - 1,824 12,765
AT x 0,037 0,261 - -
T PS 851 - - 1,152 8,064
T x 0,024 0,165 - -
TL BL - - 1,024 7,167
TL x 0,021 0,146 - -
Total 0,100 0,702 4,911 34.378
RHL T PS 921 - - 3,938 27,566
T x 0,080 0,563 - -
TL PS 864 - - 3,938 27,566
TL x 0,080 0,563 - -
Total 0,161 1,125 7,876 55.133
TOTAL AREAL
c. Dengan asumsi perbanyakan 1:7, maka kebun pembibitan yang harus disiapkan tahun 2011 adalah:
Tipologi Kemasakan VAR 2011
KBP MT KBN MT KBI MT KBD MT
Wilayah
BPL A BZ 207 - - - -
A x 0,053 0,374 2,620 18,342
AT PS 862 - - - -
AT x 0,107 0,749 5,241 36,685
T PS 921 - - - -
T x 0,068 0,473 3,311 23,176
TL BL - - - -
TL x 0,060 0,420 2,943 20,598
Total 0,288 2,016 14,114 98.801
BPJ T PS 921 - - - -
T x - - 1,544 10,811
TL PS 864 - - - -
TL x - - 0,864 6,045
Total - 2,408 16.857
BHJ T PS 921 - - - -
T x - - 0,638 4,463
TL PS 864 - - - -
TL x - - 0,638 4,463
Total - 1.275 8.926
RPL A PS 881 - - - -
A x - - 0,912 6,382
AT PS 862 - - - -
AT x - - 1,824 12,765
T PS 851 - - - -
T x - - 1,152 8,064
TL BL - - - -
TL x - - 1,024 7,167
Total - 4.911 34.378
RHL T PS 921 - - - -
T x - - 3,938 27,566
TL PS 864 - - - -
TL x - - 3,938 27,566
Total - 7,876 55.133
TOTAL AREAL
C. Percobaan Varietas
a. Dari rencana KBP nampak bahwa pada tahun 2010 sudah diperlukan varietas baru untuk masak awal (A x), masak awal-tengah (AT x), masak tengah (T x) dan masak tengah-lambat (TL x) yang dapat ditanam di semua tipologi wilayah. Untuk itu perlu segera dicari melalui koleksi, ekplorasi dan percobaan varietas uji adaptasi maupun uji keragaan varietas.
b. Perlu juga diselenggarakan percobaan adaptasi varietas di tiap tipologi wilayah, yang akan menghasilkan rekomendasi varietas untuk tahun 2012 dan seterusnya.
D. Penutup
Dinamisasi varietas yang disajikan dalam naskah ini adalah bersifat rencana. Dalam pelaksanaannya penyesuaian akan selalu dilakukan sesuai dengan hasil evaluasi tahunan. Namun demikian, rencana ini dapat digunakan sebagai kerangka berpikir, kerangka pengambilan keputusan sehingga dinamisasi varietas tetap terjaga dan terkendali.
Minggu, Juli 5
Senin, Juni 15
Asmaaulhusna
No. Asma Basa Arab Jawa
1 Al Rahman الرحمن Maha Mirah
2 Ar Rahiim الرحيم Maha Asih
3 Al Malik الملك Maha Kuwasa, Maha Raja
4 Al Quddus القدوس Maha Suci
5 As Salaam السلام Maha Paring Kasantosan
6 Al Mu`min المؤمن Ingkang nJagi Rasa Aman
7 Al Muhaimin المهيمن Maha Panjaga
8 Al `Aziiz العزيز Maha Gagah
9 Al Jabbar الجبار Maha Prakosa
10 Al Mutakabbir المتكبر Maha Megah, Ingkang Kagungan Kaagengan
11 Al Khaliq الخالق Maha Pangripta
12 Al Baari` البارئ Ingkang Anglepasaken (ndamel, Mujudaken, Ngimbangaken)
13 Al Mushawwir المصور Ingkang Damel Rupa (makhluk-Ipun)
14 Al Ghaffaar الغفار Maha Pangampura
15 Al Qahhaar القهار Maha Meksa
16 Al Wahhaab الوهاب Maha Pamaring Pandum
17 Ar Razzaaq الرزاق Maha Pamaring Rejeki
18 Al Fattaah الفتاح Maha Pembuka Rahmat
19 Al `Aliim العليم Maha Pirsa (gadhah Èlmu)
20 Al Qaabidh القابض Ingkang nyupetaken (makhluk)
21 Al Baasith الباسط Yang njembaraken (makhluk)
22 Al Khaafidh الخافض Ingkang ngasoraken (makhluk)
23 Ar Raafi` الرافع Ingkang nginggilaken (makhluk)
24 Al Mu`izz المعز Ingkang mulyakaken (makhluk)
25 Al Mudzil المذل Ingkang ngrèmèhaken (makhluk)
26 Al Samii` السميع Maha Mireng
27 Al Bashiir البصير Maha Mirsani
28 Al Hakam الحكم Maha Netepaken
29 Al `Adl العدل Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف Maha Alus
31 Al Khabiir الخبير Maha Pirsa wewadi
32 Al Haliim الحليم Maha Panyantun
33 Al `Azhiim العظيم Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور Maha Pangampun
35 As Syakuur الشكور Maha Pamales Budi (Menghargai)
36 Al `Aliy العلى Maha Inggil
37 Al Kabiir الكبير Maha Ageng
38 Al Hafizh الحفيظ Maha Anjagi
39 Al Muqiit المقيت Maha Maringi Kacukupan
40 Al Hasiib الحسيب Maha Ndamel Prétangan
41 Al Jaliil الجليل Maha Mulya
42 Al Kariim الكريم Maha Pamirah
43 Ar Raqiib الرقيب Maha Ngawasi
44 Al Mujiib المجيب Maha Ngabulaken
45 Al Waasi` الواسع Maha Luas
46 Al Hakiim الحكيم Maka Wicaksana
47 Al Waduud الودود Maha Tresna
48 Al Majiid المجيد Maha Mulya
49 Al Baa`its الباعث Maha Mbangkitaken
50 As Syahiid الشهيد Maha Nyeksèni
51 Al Haqq الحق Maha Leres
52 Al Wakiil الوكيل Maha Ngreksa
53 Al Qawiyyu القوى Maha Kiat
54 Al Matiin المتين Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى Maha Nayungi
56 Al Hamiid الحميد Maha Pinuji
57 Al Mushii المحصى Maha Ngétang
58 Al Mubdi` المبدئ Maha Miwiti
59 Al Mu`iid المعيد Maha Mangsulaken Kagesangan
60 Al Muhyii المحيى Maha Nggesangaken
61 Al Mumiitu المميت Maha Merjaya
62 Al Hayyu الحي Maha Gesang
63 Al Qayyuum القيوم Maha Mandhiri
64 Al Waajid الواجد Maha Panemu
65 Al Maajid الماجد Maha Mulya
66 Al Wahiid الواحد Maha Esa
67 Al Ahad الاحد Maha Esa
68 As Shamad الصمد Maha Dipunbetahaken, panggénan Nyenyuwun
69 Al Qaadir القادر Maha Nemtokaken, Maha Nyeibangaken
70 Al Muqtadir المقتدر Maha Kuwaos
71 Al Muqaddim المقدم Maha Ngrumiyini
72 Al Mu`akkhir المؤخر Maha Mungkasi
73 Al Awwal الأول Maha Wiwitan
74 Al Aakhir الأخر Maha Pungkasan
75 Az Zhaahir الظاهر Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي Maha Mrintah
78 Al Muta`aalii المتعالي Maha Inggil
79 Al Barri البر Maha Panderma
80 At Tawwaab التواب Maha Panampi Tobat
81 Al Muntaqim المنتقم Maha Panyiksa
82 Al Afuww العفو Maha Pangapunten
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Maha Welas
84 Malikul Mulk مالك الملك Panguwaos Karajan (Jagad)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Ingkang Kagungan Kabesaran lan Kamulyan
86 Al Muqsith المقسط Maha Adil
87 Al Jamii` الجامع Maha Ngempalaken
88 Al Ghaniyy الغنى Maha Cekap
89 Al Mughnii المغنى Ingkang nyekapaken
90 Al Maani المانع Maha Nyegah
91 Ad Dhaar الضار Maha Memberi Derita
92 An Nafii` النافع Maha Maringi Manfaat
93 An Nuur النور Maha Cahya
94 Al Haadii الهادئ Maha Pamaring Pitedah
95 Al Baadii البديع Maha Pancipta
96 Al Baaqii الباقي Maha Lestari
97 Al Waarits الوارث Maha Pawaris
98 Ar Rasyiid الرشيد Maha Pandhita
99 As Shabuur الصبور Maha Sabar
No. Asma Basa Arab Jawa
1 Al Rahman الرحمن Maha Mirah
2 Ar Rahiim الرحيم Maha Asih
3 Al Malik الملك Maha Kuwasa, Maha Raja
4 Al Quddus القدوس Maha Suci
5 As Salaam السلام Maha Paring Kasantosan
6 Al Mu`min المؤمن Ingkang nJagi Rasa Aman
7 Al Muhaimin المهيمن Maha Panjaga
8 Al `Aziiz العزيز Maha Gagah
9 Al Jabbar الجبار Maha Prakosa
10 Al Mutakabbir المتكبر Maha Megah, Ingkang Kagungan Kaagengan
11 Al Khaliq الخالق Maha Pangripta
12 Al Baari` البارئ Ingkang Anglepasaken (ndamel, Mujudaken, Ngimbangaken)
13 Al Mushawwir المصور Ingkang Damel Rupa (makhluk-Ipun)
14 Al Ghaffaar الغفار Maha Pangampura
15 Al Qahhaar القهار Maha Meksa
16 Al Wahhaab الوهاب Maha Pamaring Pandum
17 Ar Razzaaq الرزاق Maha Pamaring Rejeki
18 Al Fattaah الفتاح Maha Pembuka Rahmat
19 Al `Aliim العليم Maha Pirsa (gadhah Èlmu)
20 Al Qaabidh القابض Ingkang nyupetaken (makhluk)
21 Al Baasith الباسط Yang njembaraken (makhluk)
22 Al Khaafidh الخافض Ingkang ngasoraken (makhluk)
23 Ar Raafi` الرافع Ingkang nginggilaken (makhluk)
24 Al Mu`izz المعز Ingkang mulyakaken (makhluk)
25 Al Mudzil المذل Ingkang ngrèmèhaken (makhluk)
26 Al Samii` السميع Maha Mireng
27 Al Bashiir البصير Maha Mirsani
28 Al Hakam الحكم Maha Netepaken
29 Al `Adl العدل Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف Maha Alus
31 Al Khabiir الخبير Maha Pirsa wewadi
32 Al Haliim الحليم Maha Panyantun
33 Al `Azhiim العظيم Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور Maha Pangampun
35 As Syakuur الشكور Maha Pamales Budi (Menghargai)
36 Al `Aliy العلى Maha Inggil
37 Al Kabiir الكبير Maha Ageng
38 Al Hafizh الحفيظ Maha Anjagi
39 Al Muqiit المقيت Maha Maringi Kacukupan
40 Al Hasiib الحسيب Maha Ndamel Prétangan
41 Al Jaliil الجليل Maha Mulya
42 Al Kariim الكريم Maha Pamirah
43 Ar Raqiib الرقيب Maha Ngawasi
44 Al Mujiib المجيب Maha Ngabulaken
45 Al Waasi` الواسع Maha Luas
46 Al Hakiim الحكيم Maka Wicaksana
47 Al Waduud الودود Maha Tresna
48 Al Majiid المجيد Maha Mulya
49 Al Baa`its الباعث Maha Mbangkitaken
50 As Syahiid الشهيد Maha Nyeksèni
51 Al Haqq الحق Maha Leres
52 Al Wakiil الوكيل Maha Ngreksa
53 Al Qawiyyu القوى Maha Kiat
54 Al Matiin المتين Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى Maha Nayungi
56 Al Hamiid الحميد Maha Pinuji
57 Al Mushii المحصى Maha Ngétang
58 Al Mubdi` المبدئ Maha Miwiti
59 Al Mu`iid المعيد Maha Mangsulaken Kagesangan
60 Al Muhyii المحيى Maha Nggesangaken
61 Al Mumiitu المميت Maha Merjaya
62 Al Hayyu الحي Maha Gesang
63 Al Qayyuum القيوم Maha Mandhiri
64 Al Waajid الواجد Maha Panemu
65 Al Maajid الماجد Maha Mulya
66 Al Wahiid الواحد Maha Esa
67 Al Ahad الاحد Maha Esa
68 As Shamad الصمد Maha Dipunbetahaken, panggénan Nyenyuwun
69 Al Qaadir القادر Maha Nemtokaken, Maha Nyeibangaken
70 Al Muqtadir المقتدر Maha Kuwaos
71 Al Muqaddim المقدم Maha Ngrumiyini
72 Al Mu`akkhir المؤخر Maha Mungkasi
73 Al Awwal الأول Maha Wiwitan
74 Al Aakhir الأخر Maha Pungkasan
75 Az Zhaahir الظاهر Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي Maha Mrintah
78 Al Muta`aalii المتعالي Maha Inggil
79 Al Barri البر Maha Panderma
80 At Tawwaab التواب Maha Panampi Tobat
81 Al Muntaqim المنتقم Maha Panyiksa
82 Al Afuww العفو Maha Pangapunten
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Maha Welas
84 Malikul Mulk مالك الملك Panguwaos Karajan (Jagad)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Ingkang Kagungan Kabesaran lan Kamulyan
86 Al Muqsith المقسط Maha Adil
87 Al Jamii` الجامع Maha Ngempalaken
88 Al Ghaniyy الغنى Maha Cekap
89 Al Mughnii المغنى Ingkang nyekapaken
90 Al Maani المانع Maha Nyegah
91 Ad Dhaar الضار Maha Memberi Derita
92 An Nafii` النافع Maha Maringi Manfaat
93 An Nuur النور Maha Cahya
94 Al Haadii الهادئ Maha Pamaring Pitedah
95 Al Baadii البديع Maha Pancipta
96 Al Baaqii الباقي Maha Lestari
97 Al Waarits الوارث Maha Pawaris
98 Ar Rasyiid الرشيد Maha Pandhita
99 As Shabuur الصبور Maha Sabar
ASMAAULHUSNA
Asmaaulhusna (Arab أسماء الله الحسنى alihaksara: Asma’ Allah al-Ḥusná), ing agama Islam, tegesé sangang puluh sanga (99) asmaning Gusti Allah SWT sing becik dhéwé. Wiwit mbiyèn para ngulama wis akeh mbahas lan nafsiraké asmaaulhusna iki. Sanadyan metu akèh pamikiran sing séjé-séjé prakara cacah asma iki, ana sing ngarani 132, 200, malahan 1.000 asma, nanging miturut kabèh, sing wigati dhéwé iku hakikat Dat Allah SWT sing kudhu dingertèni déning wong-wong Islam.
Asmaaulhusna iku tegesé asma-asma Gusti Allah sing becik lan agung miturut sifat-sifat Allah. Asma-asma Gusti Allah sing Agung lan mulya iku sawijining Katunggalan sing manunggal ing kaagungan lan kahébatan Gusti Allah, sing mangripta lan ngopèni saisining jagat raya.
Para ngulama nduwé panemu yèn kabeneran iku ana konsistènsi marang kabeneran liyané. Kanthi cara iki, wong muslim ora bakal gampang nulis “Allah iku …” amarga ora ana sing bisa nandhingi Allah. Pirembugan sabanjuré iku amung olah pikir manungsa kang winates. Kabèh tembung sing rumaket ing Allah kudu dimangertèni bèdané karo panggoné tembung sing lumrah digunaaké.
Para ngulama nandhesaké yèn Allah iku Pangripta lan Panguwasa alam kang fana. Samubarang kabeneran iku tuhu amung ana (lan gumantung) marang Panjenengané. Kanthi mangkono, Allah iku Maha Tan Ginapé, ananging uga Allah iku Maha Cedhak. Allah Maka Kuwasa, nanging uga Allah iku Maha Mirah lan Maha Asih. Sipat-sipat Allah kang kajarwaaké kanthi Asmaul Husna yaiku jeneng-jeneng kang becik.( SUMBER WIKIPEDIA)
Asmaaulhusna (Arab أسماء الله الحسنى alihaksara: Asma’ Allah al-Ḥusná), ing agama Islam, tegesé sangang puluh sanga (99) asmaning Gusti Allah SWT sing becik dhéwé. Wiwit mbiyèn para ngulama wis akeh mbahas lan nafsiraké asmaaulhusna iki. Sanadyan metu akèh pamikiran sing séjé-séjé prakara cacah asma iki, ana sing ngarani 132, 200, malahan 1.000 asma, nanging miturut kabèh, sing wigati dhéwé iku hakikat Dat Allah SWT sing kudhu dingertèni déning wong-wong Islam.
Asmaaulhusna iku tegesé asma-asma Gusti Allah sing becik lan agung miturut sifat-sifat Allah. Asma-asma Gusti Allah sing Agung lan mulya iku sawijining Katunggalan sing manunggal ing kaagungan lan kahébatan Gusti Allah, sing mangripta lan ngopèni saisining jagat raya.
Para ngulama nduwé panemu yèn kabeneran iku ana konsistènsi marang kabeneran liyané. Kanthi cara iki, wong muslim ora bakal gampang nulis “Allah iku …” amarga ora ana sing bisa nandhingi Allah. Pirembugan sabanjuré iku amung olah pikir manungsa kang winates. Kabèh tembung sing rumaket ing Allah kudu dimangertèni bèdané karo panggoné tembung sing lumrah digunaaké.
Para ngulama nandhesaké yèn Allah iku Pangripta lan Panguwasa alam kang fana. Samubarang kabeneran iku tuhu amung ana (lan gumantung) marang Panjenengané. Kanthi mangkono, Allah iku Maha Tan Ginapé, ananging uga Allah iku Maha Cedhak. Allah Maka Kuwasa, nanging uga Allah iku Maha Mirah lan Maha Asih. Sipat-sipat Allah kang kajarwaaké kanthi Asmaul Husna yaiku jeneng-jeneng kang becik.( SUMBER WIKIPEDIA)
Kamis, April 2
BUDIDAYA TANAMAN TEBU
1. PERSIAPAN PEMBUKAAN LAHAN
Secara Teknis Pembukaan Lahan Tanaman Tebu dikenal adanya Sistem Reynoso ( Manual ) dan Sistem Mekanisasi ( Plough Out ). Pekerjaan pendahuluan yang perlu dilakukan adalah Pasang Ajir ( Nyiku ). Pekerjaan ini bertujuan menentukan arah tegak lurus antara Got Malang dengan Got Mujur atau Juringan.
2. PEMBUKAAN LAHAN
a. SISTEM MEKANISASI ( Plough Out )
Adalah Sistem yang menggunakan Traktor / Mekanisasi sebagai Alat Kerjanya. Urut-urutanya adalah 2 kali BAJAK dengan arah berbeda ( Cross ) yang selanjutnya dibuat KAIRAN. Setelah itu dilakukan Pembuatan Got dan selanjutnya Tanam.
b. SISTEM REYNOSO ( Manual )
Adalah Sistem yang dikerjakan dengan Sistem Manual / Orang dan berprinsip pada Pembuatan Gog-got untuk Penampungan dan Pembuangan Air. Urut-urutanya adalah :
- Pembuatan Patusan / Saluran Pembuangan / Afvoer
Tujuannya adalah untuk Membuang air yang masih didalam kebun apabila terjadi kelebihan air. Kedalamannya adalah 90 cm, dan Lebar 80 cm.
- Pembuatan Got Keliling
Got Keliling merupakan Got-got yang mengelilingi sesuai bentuk Kebun. Got Keliling berfungsi menampung kelebihan air dari Got-got didalam kebun. Ukurannya adalah Dalam 70 cm, dan Lebar 80 cm.
- Pembuatan Got Mujur
Got Mujur berfungsi menampung kelebihan air dari Got Malang. Arah Got Mujur tegak lurus dengan Got Malang atau Juringan. Ukuran Got Mujur adalah Dalam 70 cm, dan Lebar 60 cm.
- Pembuatan Got Malang
Got Malang berfungsi untuk menampung kelebihan air dari Juringan, menurunkan Permukaan Air Tanah dan menahan Air sementara guna pekerjaan Sirat / Ebor. Arah Got Malang adalah searah dengan Kemiringan Tanah. Ukuran Got Malang adalah Dalam 60 cm, dan Lebar 50 cm.
- Pembuatan Lubang I ( Cemplong )
Pekerjaan ini meliputi penentuan PKP 104 cm, kemudian diolah menggunakan Lencek selebar 50 cm dan kedalaman 20 cm.
- Pembuatan Lubang II ( Garbon )
Yang dilakukan adalah memperdalam Lubang I menggunakan Alat Garbu sedalam 20 cm. Sehingga kedalaman akhir Juringan diharapkan mencapai 35 cm.
3. PENGADAAN BAHAN TANAM / BIBIT
Bibit terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu Masak Awal, Masak Tengah dan Masak Akhir. Penentuan Komposisi Bibit secara Umum dikaitkan dengan Tingkat Kemasakannya, Masa Tanam, Iklim, Kondisi Lahan serta Lamanya Musim Giling. Bibit-bibit yang ditanam diharapkan mempunyai kriteria :
- Mempunyai Potensi Kuintal Tebu dan Rendemen tinggi.
- Mempunyai Tingkat Kemurnian tinggi ( > 90 % )
- Bebas dari Hama dan Penyakit
- Mempunyai Daya Kecambah tinggi
- Tahan terhadap kekeringan dan Kepras serta Tidah roboh.
4. PERSIAPAN TANAM DAN TANAM
Yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan ini adalah :
a. Alat yang digunakan; antara lain Pisau Bibit / Gobet, Kandang Rese dan Keranjang / zak tempat ecer bibit.
b. Disinfectan; yang bertujuan untuk membunuh Bakteri pada Pisau Bibit.
c. Bibit Bagal 2 – 3 mata yang berasal dari Kebun Bibit Datar ( KBD ) yang sudah berumur 6 – 7 bulan.
d. Didahului Pekerjaan Pendahuluan yaitu :
- Jugrug, yait menurunkan tanah halus dari atas guludan sebagai media tanam.
- Potol Bokong, yaitu tanah di masing-masing juringan di tarik ke tengah selebar +/- 75 cm sebagai jalan pekerja tanam, tempat bibit dan tempat tanah got.
- Ebor / Pemberian Air pada Tanah Kasura.
Dan yang disebut Tanam sendiri adalah meletakan / menencapkan bibit kedalam Kasuran / Media Tanam. Rata-rata jumlah bagal tiap juring adalah 35 bibit atau tergantung kesediaan bibitnya.
5. PEMELIHARAAN KEBUN TEBU GILING
a. S u l a m
Tujuannya adalah untuk melengkapi jumlah populasi tanaman setiap juringnya agar sesuai dengan standar yang ditentukan. Pelaksanaan Sulam I dilakukan 2 minggu setelah Tanam, dan Sulam II dilakukan 1 bulan setelah Tanam.
b. Pemupukan
Tujuannya adalah untuk menembah unsur hara di dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman. Dosis Pupuk Standar yang diberikan setiap daerah berbeda dengan daerah lainnya tergantung dari hasil Analisa Hara dalam tanah. Contoh Dosis yang lazim diberikan adalah ZA = 8 kui / ha; SP-36 = 2 kui / ha dan KCl = 2 kui / ha. Pupuk diberikan 2 tahap yaitu :
- Pupuk I = ZA 4 kui / ha dan SP-36 2 kui / ha diberikan bertepatan dengan tanam atau 7 hari setelah tanam.
- Pupuk I = ZA 4 kui / ha dan KCl 2 kui / ha diberikan 1 bulan setelah tanam.
c. Penyiraman / Pengairan
Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan Air bagi Proses Pertumbuhan Tanaman. Kekurangan air akan sangat berpengaruh pada Produksi. Dalam pelaksanaannya Pengairan meliputi :
- Ebor Muka Tanam, dilakukan sebelum bibit ditanam untuk membuat kondisi tanah basah.
- Sirat Patri, dilakukan 3 – 4 hari setelah tanam dengan tujuan memacu perkecambahan tunas dan mempercepat pertumbuhan akar.
- Ebor Pupuk I, dilakukan setelah Pupuk I dengan tujuan melarutkan pupuk supaya segera dapat diserap oleh Tanaman.
- Ebor Pupuk II, dilakukan setelah Pupuk II dengan tujuan melarutkan pupuk supaya segera dapat diserap oleh Tanaman.
- Ebor Muka Bumbun II, bertujuan untuk menghancurkan lungko agar dalam pelaksanaan Bumbun II nantinya akan didapatkan tanah yang halus.
- Ebor Muka Bumbun III, bertujuan untuk memberikan air yang cukup untuk tanaman juga untuk memudahkan pelaksanaan Bumbun III.
- Ebor Garbu Muka Gulud, diberikan dalam jumlah yang cukup banyak karena tanah yang diolah adalah tanah waras. Tujuannya adalah untuk memudahkan pelaksanaan Garbu.
- Ebor Muka Gulud, diberikan pada tanah guludan yang telah digarbu. Tujuannya adalah agar tanah blabagan menjadi gembur dan mudah dibuat guludan.
d. Pembumbunan / Tamping
Pembumbunan bertujuan memberikan tanah sebagai media tumbuh disekitar tanaman tebu, menutup bagal dan pupuk, memberi makanan tanaman, mempercepat pertumbuhan akar, mempercepat pertumbuhan anakan, menghambat pertumbuhan Gulma dan memperkokoh tegaknya tanaman.
Pembumbunan yang dilakukan antara lain :
- Tamping I ( Kriwil ), dilakukan 3 – 4 minggu setelah tanam. Caranya adalah dengan menurunkan butiran tanah yang kering dan halus +/- 5 – 7 cm.
- Tamping II ( Gombeng ), dilakukan 5 – 6 minggu setelah tanam. Caranya adalah menurunkan tanah kering sebesar telur dengan ketebalan sedikit dibawah tanah waras. Tanah yang disisakan di Guludan +/- sepertiga bagian.
- Tamping III ( Tamping habis ), dilakukan 11 – 12 bulan setelah tanam. Bumbun III ini juga berfungsi untuk membatasi jumlah anakan ( 70 – 75 batang per juring ) sehingga besar tiap batang bisa merata.
- Gulud Akhir, dilakukan pada Awal Musim Hujan antara Desember – Januari. Sebelum pelaksanaan Gulud terlebih dahulu dilakukan Rewos. Caranya adalah blabagan yang sudah digarbu kemudian diberi air cukup, kemudian tanah diipukan pada pangkal batang, dirapatkan dan diinjak-injak sehingga guludan menjadi padat.
e. Pengendalian Gulma
Tujuannya adalah untuk membersihkan kebun dari segala macam jenis gulma yang ada. Apalagi dalam kondisi tanaman masih kecil dan perakaran masih dangkal, maka gulma yang berada di sekitar tanaman menjadi Saingan dalam mendapatkan Hara. Pekerjaan ini bisa dilakukan baik secara Manual atau Chemis ( Herbisida ). Pekerjaan ini sebaiknya dilakukan 1 – 2 hari setelah tanam menggunakan Gesapax 2 kg / ha dicampur dengan DMA 6 1,5 ltr / ha. Dengan Manual dilakukan berbarengan dengan Pekerjaan Tamping / Bumbun.
f. K l e n t e k
Tujuan Klentek adalah :
- Memperbaiki Sirkulasi Udara di dalam kebun sehingga dapat mencegah Hama dan Penyakit.
- Mempercepat kerasnya batang tebu dan mempercepat Fase Kemasakan.
- Menghindari Tebu Roboh
- Memperkecil peluang Tebu Terbakar
- Menunjang Kualitas Kebersihan Tebangan
Pekerjaan Klentek meliputi :
- Rewos, dengan cara membuang 3 – 5 daun kering sebelum Gulud.
- Klentek I, dengan cara membuang 5 – 6 daun kering saat tebu telah mencapai 8 – 10 ruas.
- Klentek II, dengan cara membuang 5 – 6 daun kering saat tebu telah mencapai 22 ruas.
g. Pemberantasan Hama dan Penyakit
Pekerjaan ini dapat dilakukan secara Manual ( Roges ) dan secara Chemis dengan menggunakan Insektisida ( contoh = Demicron 50 SC untuk Kutu Bulu Putih dan Supracide untuk Cabuk Hitam, dll. ). Salah satu alternatif Dalam Pemberantasan Hama dan Penyakit adalan dengan menggunakan Metode Pengendalian Hayati seperti Jenis Trichograma sp yang bisa untuk memberantas telur Penggerek Pucuk.
5. TEBANG DAN ANGKUT TEBU
Pelaksanaan Tebang Muat Angkut harus direncanakan secara matang dengan dibuat Daftar Nominasi Tebang per Kebun, karena Tebu adalah Tanaman Semusim yang nilai Produksinya sangat ditentukan oleh suatu batasan waktu.
Dasar Pertimbangan Tebang Muat Angkut adalah :
- Nilai Kemasakan Tebu, dengan adanya Analisa Pendahuluan untuk mengetahui Faktor Kemasakan, Kosien Peningkatan dan Kosien Daya Tahan.
- Rencana Kapasitas Giling Pabrik
- Faktor-faktor lain, seperti Keadaan Visual Tanaman, Situasi Kebun Sulit, Serangan Hama dan Penyakit, Tebu Terbakar dan Faktor Keamanan Kebun.
5. PEMELIHARAAN TANAMAN KEPRASAN
Pekerjaan Kepras harus dilakukan secepat mungkin setelah ditebang. Hal ini bertujuan agar Tunas yang dikepras masih dalam keadaan segar sehingga pertumbuhan tunas nantinya baik. Sebelum Keprasan perlu dilakukan Pembersihan dan Pembakaran sisa-sisa tanaman dan daduk. Keprasan dilakukan dengan cara manual menggunakan cangkul. Bentuk hasil Keprasan melihat apakah tanaman tersebut bekas TS I atau bekas keprasan yang sudah dikepras berulang-ulang. Untuk bekas tanaman TS I dibuat Model “U“, sedangkan untuk bekas keprasan yang sudah dikepras berkali-kali dibuat Model “W”.
Pemeliharaan Tanaman Keprasan pada dasarnya sama dengan Pemeliharaan Tanaman TS I, hanya yang membedakan adalah :
- PEDOT OYOT, dilakukan segera setelah dikepras. Tujuannya adalah untuk memutus akar lama dan mendorong tumbuhnya akar-akar baru yang sehat dan kuat, juga berguna
PASANG SONDE
MINGGU 29 MARET 2009
PERTAMA KALI AKU PAKSANAKAN DIRI MENCOBA PANSANG SONDE DIHIDUNG ANAKKU.
SUDAH DUA TAHUN LAMANYA ANAKKU DIVONIS TERKENA PENYAKIT LANGKA, KELAINAN GINJAL DAN PENCERNAAN.
UNTUK PERTUMBUHANNYA DIA HARUS DIBERI BICNAT PENETRAL ASAM DILAMBUNGNYA AGAR MAKANAN BISA TERSERAP OPTIMAL DIDALAM TUBUHNYA.
TIDAK TEGA, GEMETAR, NANGIS DALAM DADA, SERIBU PERASAAN BERKECAMUK DLAM BENAKKU SAAT AKU MENCOBA MEMASANG SENDIRI SONDE DIHIDUNG ANAKKU. SELAMA INI PETUGAS PUSKESMAS YANG MEMASANGNYA TETAPI ANAKKU SUDAH TRAUMA DAN REWEL KALAU DIAJAK KE PUSKESMAS.
AKU HARUS BISA DAN MENCOBA BISA AGAR ANAKKU TIDAK STRESS DAN LEBIH TENANG KALO YANG MEMASANG SONDE ORANGTUANYA SENDIRI. ENTAH SAMPAI KAPAN ANAKKU MENGALAMI COBAAN INI. SMOGA CEPAT SEMBUH............... AMIEN AMIEN 1000 X.
MENGAPA ANAKKU HARUS DIPASANGI SONDE ?????
PERTENYAAN INI SELALU HADIR DALAM BENAK KELUARGA BESARKU.
MEREKA MEMVONIS AKU ADALAH ORANGTUA YANG TEGA NDAK BISA MERAWAT ANAK, GIZI BURUK DLL.
SEDIH RASANYA.
PADAHAL SEGALA UPAYA KULAKUKAN, SEGALA NYA KUBERIKAN YANG TERBAIK BAGI ANAKKU.
ANAKKU BILA TIDAK DIBERI SONDE DAN BICNAT TIDAK MASUK RUTIN 8 KALI SEHARI MAKA BERAT BADANNYA AKAN TURUN DRASTIS. DALAM 2 HARI BISA TURUN 1 KG. SEBAB TUBUHNYA TIDAK BISA MENYERAP MAKANAN SECARA OPTIMAL.
ANDA PUNYA SARAN PENGOBATAN UNTUK ANAKKU........................
SAYA TUNGGU SAYA HARAP ADA INFO UNTUK KESEMBUHAN ANAKKU. TRIMS.
PERTAMA KALI AKU PAKSANAKAN DIRI MENCOBA PANSANG SONDE DIHIDUNG ANAKKU.
SUDAH DUA TAHUN LAMANYA ANAKKU DIVONIS TERKENA PENYAKIT LANGKA, KELAINAN GINJAL DAN PENCERNAAN.
UNTUK PERTUMBUHANNYA DIA HARUS DIBERI BICNAT PENETRAL ASAM DILAMBUNGNYA AGAR MAKANAN BISA TERSERAP OPTIMAL DIDALAM TUBUHNYA.
TIDAK TEGA, GEMETAR, NANGIS DALAM DADA, SERIBU PERASAAN BERKECAMUK DLAM BENAKKU SAAT AKU MENCOBA MEMASANG SENDIRI SONDE DIHIDUNG ANAKKU. SELAMA INI PETUGAS PUSKESMAS YANG MEMASANGNYA TETAPI ANAKKU SUDAH TRAUMA DAN REWEL KALAU DIAJAK KE PUSKESMAS.
AKU HARUS BISA DAN MENCOBA BISA AGAR ANAKKU TIDAK STRESS DAN LEBIH TENANG KALO YANG MEMASANG SONDE ORANGTUANYA SENDIRI. ENTAH SAMPAI KAPAN ANAKKU MENGALAMI COBAAN INI. SMOGA CEPAT SEMBUH............... AMIEN AMIEN 1000 X.
MENGAPA ANAKKU HARUS DIPASANGI SONDE ?????
PERTENYAAN INI SELALU HADIR DALAM BENAK KELUARGA BESARKU.
MEREKA MEMVONIS AKU ADALAH ORANGTUA YANG TEGA NDAK BISA MERAWAT ANAK, GIZI BURUK DLL.
SEDIH RASANYA.
PADAHAL SEGALA UPAYA KULAKUKAN, SEGALA NYA KUBERIKAN YANG TERBAIK BAGI ANAKKU.
ANAKKU BILA TIDAK DIBERI SONDE DAN BICNAT TIDAK MASUK RUTIN 8 KALI SEHARI MAKA BERAT BADANNYA AKAN TURUN DRASTIS. DALAM 2 HARI BISA TURUN 1 KG. SEBAB TUBUHNYA TIDAK BISA MENYERAP MAKANAN SECARA OPTIMAL.
ANDA PUNYA SARAN PENGOBATAN UNTUK ANAKKU........................
SAYA TUNGGU SAYA HARAP ADA INFO UNTUK KESEMBUHAN ANAKKU. TRIMS.
TANDA 100 HARI MAU MENINGGAL
Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada
hambanya dan hanya akan di sadari oleh mereka
yang dikehendakinya...... Walau bagaimanapun
semua orang islam akan mendapat tanda ini hanya
saja mereka menyadari atau tidak.....
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu
ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut
hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau
seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging
lembu yang baru saja disembelih dimana jika
diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati
daging tersebut seakan -akan bergetar......
Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang
sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah
tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan
hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau
mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa
memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap
begitu saja tanpa sembarang manfaat...
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka
ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan
masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan
amalan dan urusan yang akan dibawa atau
ditinggalkan sesudah mati.
" Tanda 40 hari sebelum hari mati "
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar,
bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada
ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur
dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT,
maka malaikat maut akan mengambil daun
tersebut dan mulai membuat persediaannya ke
atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti
kita sepanjang masa ... Akan terjadi malaikat maut
ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan
jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan
merasakan seakan-akan bingung seketika...
Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang
tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah
bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan
dicabutnya.........
hambanya dan hanya akan di sadari oleh mereka
yang dikehendakinya...... Walau bagaimanapun
semua orang islam akan mendapat tanda ini hanya
saja mereka menyadari atau tidak.....
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu
ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut
hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau
seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging
lembu yang baru saja disembelih dimana jika
diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati
daging tersebut seakan -akan bergetar......
Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang
sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah
tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan
hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau
mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa
memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap
begitu saja tanpa sembarang manfaat...
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka
ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan
masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan
amalan dan urusan yang akan dibawa atau
ditinggalkan sesudah mati.
" Tanda 40 hari sebelum hari mati "
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar,
bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada
ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur
dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT,
maka malaikat maut akan mengambil daun
tersebut dan mulai membuat persediaannya ke
atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti
kita sepanjang masa ... Akan terjadi malaikat maut
ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan
jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan
merasakan seakan-akan bingung seketika...
Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang
tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah
bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan
dicabutnya.........
Langganan:
Postingan (Atom)
